Langsung ke konten utama

Ide Random Vol. I

Today is Sunday actually but to be honest I don't even feel that I'm on weekend. Kegiatan hari ini cukup padat. Dimulai dari hari kemarinnya sih, hari Sabtu. Ada acara yang harus gue ikutin, yaitu Makrab alumni SMA. Sebenernya gak harus, tapi ya gue pingin aja. Udah lama gak ketemu temen-temen SMA. Cerita sedikit tentang makrabnya boleh lah ya. Gue bisa bilang makrab kali ini cukup unik karena diadakan di Jakarta. Biasanya untuk anak jabodetabek, kegiatan seperti makrab diadakan di Puncak, Bogor. Entah kapan dan siapa yang memulai trend ini tapi yang pasti hal ini telah menjadi suatu "budaya" bagi kita. Makanya makrab SMA yang berlokasi di Jakarta menurut gue cukup gak biasa. Lebih uniknya lagi, makrab diadakan di suatu homestay di wilayah yang tidak mencolok. Jadi kita berasa makrab bareng penghuni homestay yang lain. Dah segitu dulu aja ceritanya.

By the way, gue baru aja belajar tentang bagaimana kita bisa berpikir kreatif. Yang bisa kreatif itu bukan hanya mereka yang emang terlahir kreatif kok. Semua orang bisa kreatif karena kreatif adalah keahlian dan pastinya bisa dikembangkan. Dan ternyata, berpikir kreatif ada teknik-tekniknya loh, gak asal mikir doang. Salah satunya adalah teknik sintesis. Teknik ini mengombinasikan dua ide atau lebih menjadi sebuah ide baru. Contoh mainstream-nya sih, handphone. Benda itu merupakan gabungan benda-benda yang sudah ada sebelumnya, antara lain telepon, kamera, radio, dan sebagainya.


Dari berbagai teknik berpikir itu, menurut gue yang paling efektif sekaligus yang gue suka yang teknik sintetis itu. Zaman sekarang, berjuta inovasi sudah dikembangkan sehingga menurut gue akan sulit menemukan celah ide yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah menggabungkan inovasi-inovasi tersebut menjadi suatu hal yang memiliki nillai lebih.


Gue sendiri belum pernah sebelumnya menggunakan teknik sintetis. Sesimpel karena gak mendorong diri gue buat kreatif aja jadinya ya nggak mencoba teknik apapun. Tapi gue paling tertarik sama teknik ini. Alasannya kembali ke paragraf sebelumnya, bahwa udah begitu banyak ide-ide baru yang diimplementasikan olah berjuta orang atau company sehingga kalau kita maksain bikin sesuatu yang baru lagi, itu bakal menyulitkan kita juga.


Nah, abis belajar tentang teknik-teknik berpikir kreatif itu, akhirnya gue terdorong untuk "menciptakan" suatu ide berdasarkan interest gue juga. Sebenernya gak maksain harus berdasar interest, tapi ide yang muncul ya seputar itu aja. Haha.


Kembali lagi ke cerita gue di awal (masih inget gak?), sepulangnya gue dari makrab, gue harus kerja di pasming. Pas sampe stasiun pasming, air minum gue habis sedangkan gue haus banget. Gue mau beli minum, tapi gue bawa botol sendiri. Jadi kalo beli malah nambah barang bawaan. Kalo setelah beli airnya langsung gue pindahin ke botol gue, gue nyumbang sampah plastik yang gak bisa terurai itu ke bumi dong?!! Gue akhirnya cuma bisa mikir, 'enak banget ya kalo ada galon air minum kayak di Gekom."


Setelah pikiran khayal itu lewat, gue akhirnya nemu ide. Kenapa nggak sediain "galon" aja di beberapa titik tempat umum? Bagi kalian yang mikir "modalnya dari mana, bambang?" Oh tenang saja brader, mari jadikan ini bisnis. Jadi gue kepikiran kita buat semacam vending machine tapi untuk isi ulang air mineral. Cara kerjanya begini, di petunjuk pemakaian sudah tertera misal dengan Rp 2,000 kita bisa dapat air mineral 600ml atau seukuran botol kebanyakan, Rp 5,000 sudah dapat air mineral sebanyak 1l, dan sebagainya. Orang yang ingin isi minum harus memasukkan uangnya terlebih dahulu sejumlah yang diinginkan, kemudian tempatkan botol di "keran", dan air akan mengisi otomatis~



Mirip kayak gini konsepnya, cuma isinya air mineral

Ide ini merupakan gabungan dari dispenser air minum dan vending machine. Manfaat yang paling besar menurut gue adalah kita bisa mengurangi sampah-samplah botol plastik. Karena gue sendiri suka geregetan liat orang yang beli air mineral kemasan berkali-kali terus nambah sampah huhu. Atau ketika gue terpaksa beli air mineral kemasan karena air di botol gue udah habis. Pas buang sampahnya tuh berasa dosaaaaa banget. Jadi dengan adanya benda ini sepertinya akan sangat membantu.

Semoga bisa diimplementasikan dan tersebar di berbagai titik umum khususnya kota-kota sibuk jabodetabek~




Jurnal 16/02/20,
S Zahra

Komentar