Langsung ke konten utama

Ide Random Vol. III

Hola peepss! How's your weekend? Semoga dapat dinikmati ya~ ngomong-ngomong, ada yang masih inget tulisan gue di Ide Random vol. II? Buat yang lupa – dan emang bukan untuk dihapalkan – mari kita review sedikit.

Di postingan sebelumnya, gue mencetuskan ide random (sesuai judulnya) tentang suatu aplikasi yang hopefully dapat membantu temen-temen yang lagi stress, ngedown, demot, dan sejenisnya, untuk keluar dari zona itu. Alasan gue bikin, berdasarkan pengalaman gue yang berhasil nemu solusi untuk mengembalikan kesehatan mental gue. Nah di Ide Random Vol. III ini, gue mau lebih detail membahas aplikasi tersebut.

Ide dasarnya, gue mau bikin suatu aplikasi yang memberikan beberapa ide aktifitas yang dapat dilakukan penggunanya untuk keluar dari zona stres itu. Aktifitas-aktifitas tersebut didasarkan pada kegemaran pengguna.

Untuk mengembangkan aplikasi tersebut, gue melakukan riset kecil-kecilan terhadap temen-temen gue yang berusia antara 18 – 21 tahun. Riset tersebut berupa survey singkat dengan pertanyaan, yaitu apakah anda termasuk tipe extrovert atau introvert?; apakah dalam beberapa waktu terakhir sering dilanda stress atau demotivasi?; ketika stres atau sedang banyak masalah, apakah anda mengetahui apa yang harus anda lakukan untuk keluar dari zona tersebut?; apakah anda sering merasa kesulitan dalam menentukan hal apa yang bisa anda lakukan ketika stress?; apakah anda merasa hal tersebut perlu diperhatikan dan/atau ditangani?; seberapa sering anda menggunakan gawai?; bagaimana pendapat anda terhadap aplikasi yang mengankat isu mental health?; Jika ada sebuah aplikasi yang dapat memberikan anda solusi aktifitas ketika  stress, apakah anda tertarik?.

Kesimpulan dari seluruh jawaban yang gue dapat adalah ada perbedaan cara menangani suatu masalah antara si extrovert dan si introvert. Kebanyakan dari si extrovert menyikapi demotivasi yang melanda dengan membagikan masalahnya ke orang lain, seperti keluarga, atau teman terdekat. Mereka terbiasa untuk bercerita atau bahkan mencari solusi bersama. Oleh karena itu, mereka kurang merasa keuntungan dari aplikasi tentang mental health ini karena menurut mereka untuk memperbaiki kondisi mental harus ada yang bisa diajak bicara.

Sementara hamper kebalikannya, si introvert kebanyakan larut dalam masalahnya dan most of the time mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk meringankan beban mereka karena untuk bercerita merupakan hal tersulit. Seringkali si introvert membiarkan kondisi mentalnya seperti itu tanpa penanganan. Menurut kebanyakan si introvert, aplikasi yang saya cetuskan akan membantu mereka untuk menangani ketika kondisi mental sedang tidak baik.

Dari hasil tersebut, saya memutuskan untuk melanjutkan ide ini namun dengan beberapa pengerucutan. Aplikasi yang akan saya buat lebih dikhususkan bagi mereka yang introvert meskipun tidak menutup kesempatan bagi si extrovert. Data mengenai karakter dan kegemaran akan ditanyakan di awal penggunaan aplikasi agar solusi yang diberikan tepat dan sesuai dengan kondisi terkini.

Kayaknya gue mau namain aplikasi ini “Get Out” sesuai fungsinya yang bikin kita keluar dari zona gak enak. Sekian ide random gue kali ini~ semoga terwujud karena untuk gue pribadi, ini akan sangat membantu!


Jurnal 09/03/20,
S Zahra

Komentar