Langsung ke konten utama

Ide Random Vol. IV


Hola! Jurnal kali ini masih menyangkut ide yang lagi gue kembangkan. Yaituuuu tentang aplikasi mental health. Gue mau cerita perkembangannya aja sih sampai sekarang.

Minggu lalu, gue sempet ngobrol-ngobrol sama beberapa temen gue mengenai ide gue ini. Obrolannya agak mendalam sehingga temen-temen gue bisa tahu yang masih kurang dan harus diperbaiki lagi dari ide gue itu apa aja. Gak usah bertele-tele gue langsung ceritain aja.

Pertama, gue nanya ke dia mengenai hasil survey yang udah gue lakukan beberapa waktu lalu. Dari hasil survey tersebut, mengatakan bahwa mereka yang tertarik lebih banyak yang introvert ketimbang extrovert. Gue sendiri sempat agak bingung untuk mengerucutkan segmentasi ketika sudah diwujudkan dalam aplikasi itu bagaimana. Apakah dengan mengajukan pertanyaan terlebih dahulu bahwa calon pengguna aplikasi gue introvert atau extrovert, atau gue harus mengklaim dalam pemasarannya bahwa aplikasi gue hanya untuk mereka yang introvert. Teman gue berpendapat, bahwa hal tersebut tidak perlu dilakukan. Menurutnya, pengguna aplikasi gue dengan sendirinya akan tersegmentasi untuk mereka yang introvert. Karena sejatinya, mereka yang merasa tidak butuh dan tidak cocok menggunakan aplikasi tersebut (dalam hal ini si extrovert) akan meninggalkannya. Hal ini juga mengantisipasi adanya kasus unik, yaitu si extrovert yang merasa butuh aplikasi gue, agar Ia tetap bisa menggunakannya.

Hal lain yang diingetin temen gue adalah, “saran-saran” yang diberikan aplikasi tersebut dalam mengurangi stress harus disesuaikan dengan budget si pengguna. Karena jika saran yang diberikan dianggap terlalu menguras uang banyak, maka bisa jadi si pengguna malah makin terpuruk, dan tujuan awal pembuatan aplikasi pun tidak tercapai.

Hal terpenting yang temen gue ingetin adalah gue harus sangat memikirkan pemasaran aplikasi gue ini. Memikirkan cara bagaimana akhirnya masyarakat tertarik menggunakan aplikasi gue. Membangun statement bahwa aplikasi gue kegunaannya berbeda dari yang lain juga sangat penting mengingat betapa banyak aplikasi mental health yang dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat.

Begitulaaah rangkuman dari komentar-komentar membangun yang diberikan oleh temen gue. Ada beberapa hal yang gue gak kepikiran samsek kalo mereka gak ngomong. Makasih temen-temen yang udah bantu gue membangun aplikasi ini! Soon kalian akan menikmati hasilnya~



Jurnal 16/03/20,
S Zahra

Komentar