Masih melanjutkan proyek yang udah dibahas diblog sebelum ini (sila baca lagi jika lupa), kali ini gue mau ceritain lebih lanjut aja. Setelah kami riset riset riset tentunya dengan berselancar bebas di internet, ternyata oh ternyata belum ada loh aplikasi yang konsepnya sama dengan punya kita. Kebanyakan adalah merupakan platform di website maupun aplikasi yang hanya membahas mengenai makanan-makanan yang memengaruhi mental maupun sara-saran terkait makanan tersebut, tapi tidak menyediakan. Katering-katering makanan yang ada sekarang pun baru ada mentok di katering untuk diet maupun untuk mereka yang vegan/vegetarian. Tapi belum ada yang membuka jasa katering makanan untuk membantu kondisi mental. Meskipun begitu, tantangan kami cukup besar dalam "mendirikan" proyek ini. Pertama, masyarakat masih banyaaak banget yang belum "ngeh" apa itu menta; health , dan menyadari kalo mental health adalah sesuatu yang penting dan harus kita jaga. Apalagi mengenai konsumsi ma...
Hola! Sudah sampai level berapa tingkat kebosanannya akibat di rumah aja? Pasti udah ada 1001 khayalan tercipta kan selama dikarantina? Daripada bengong bengong aja mending satu satu wujudin "khayalan" lu itu. Disini gue mau sharing tentang ide yang gue kembangin bareng temen-temen gue, Ferron dan Farine. Kita bertiga. Kalo kalian udah baca postingan gue sebelumnya, kalian pasti udah paham kalo gue sempet "berkhayal" tentang suatu project aplikasi yang mengangkat isu mental health. Kedua temen gue juga punya ketertarikan yang sama kepada topik mental health. Sama seperti gue, mereka udah punya ide project masing-masing. Ide Ferron bikin kampanye buat nurunin stress masyarakat. Dalam kampanyenya, dai akan bagiin cokelat gratis karena menurut sains, coklat adalah salah satu makanan yang bisa mengurangi stres. Temen gue yang satu lagi, Farine, ide project-nya adalah aplikasi. Aplikasi chatbot bernama "FoMo-T" yang bisa ngasih referensi makanan yang dises...